Mensubsidi Kemunduran

The world you were raised in no longer exists

Kalau aku lihat ke belakang melintasi seluruh penjuru dunia ke negara tempat aku lahir dan besar, ada satu frasa yang terus muncul di kepala: mensubsidi kemunduran.

Itulah rasanya tinggal di Inggris di bawah pemerintahan Labour.

Kamu kerja keras, investasi, ambil risiko — lalu kamu lihat hasilnya disedot untuk mendanai birokrasi, inefisiensi, dan negara yang sudah lama kehilangan selera untuk disiplin.

Banyak yang bilang pergi itu nggak patriotik.

Aku justru berpendapat sebaliknya. Tetap di Inggris hari ini, menyerahkan buah dari kerja keras untuk memberi makan sistem yang bengkak, adalah mengkhianati nilai-nilai yang dulu membuat Inggris kuat.

Negara ini berkembang pesat ketika menjunjung tinggi kewiraswastaan, kemandirian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu nggak lenyap hanya karena aku membawanya ke luar negeri. Justru aku menghidupinya lebih penuh dengan menolak untuk mendanai kemunduran.

Ekonomi dimulai dari satu kebenaran sederhana: setiap orang bertindak demi kepentingan terbaiknya sendiri. Itu adalah rasionalitas utilitarian yang sederhana. Begitulah cara pasar bekerja, bagaimana kemajuan dicapai, bagaimana kekayaan berkembang berlipat ganda. Thatcher paham ini.

Tanggalkan semua slogan dan ideologinya, dan kamu akan menemukan satu prinsip: beri orang kebebasan untuk bertindak demi kepentingan mereka sendiri, dan bangsa akan naik bersama mereka.

Tapi ketika bertindak demi kepentingan terbaikmu sendiri mengharuskan kamu pergi, pilihan moralnya jelas.

Aku nggak berhutang pada Inggris untuk tinggal dan membiayai mediokritas. Aku berhutang pada diriku sendiri, dan pada prinsip-prinsip yang dulu dijunjung Inggris, untuk berkembang di tempat aku bebas.

Tetap di UK di bawah Labour berarti mensubsidi kemunduran. Meskipun beberapa orang mungkin mencela kepergian sebagai pengabaian, bagiku ini adalah kesinambungan. Aku menghidupkan nilai-nilai Inggris ke mana pun aku pergi. Bukan dalam teori, tapi dalam praktik.

Bagiku, nggak ada yang lebih nggak patriotik daripada mensubsidi kemunduran negara yang pernah aku layani.

Jadi sebut saja apa yang kamu mau.

Bagiku sederhana: Kalau mau balik silakan. Si Insularist nggak akan balik.

Bukan menuju pajak, bukan menuju birokrasi, bukan menuju mensubsidi kemunduran.